Joseph Goebbels : Senjata Paling Mematikan

PARTAI NAZI INDONESIA, JAKARTA – Disinikah Hoax pertama kali muncul?
Selama berada di Partai Nazi, menjadi bagian dari pemimpin partai lokal di wilayah kekuasaan Nazi, Joseph Goebbels menemukan bakat alaminya sebagai seorang orator, propagandais, dan agitator yang paling ditakuti.
Joseph Goebbels mengatakan bahwa propaganda adalah pilihan yang baik jika membawa kesuksesan, tetapi dapat menjadi petaka jika mencapai hasil yang diinginkan. Untuk memanasi situasi dalam setiap aksinya, Joseph Goebbels kerap kali berkata “Hati-hati kau anjing!” pada lawan-lawannya.
Sebagai seorang propagandais, Joseph Goebbels sangat disegani oleh tokoh-tokoh intelektual. Ia dianggap sebagai pelopor dan pengembang teknik propaganda modern, yang diberi nama “argentums ad nausem”, atau dikenal juga sebagai teknik “big lie”.
Prinsip dari propaganda ini adalah menyebarluaskan berita bohong melalui media massa sebanyak dan sesering mungkin hingga kebohongan itu dianggap sebagai kebenaran. Sebuah teknik yang sederhana, namun sangat mematikan.
Dalam setiap propagandanya, Joseph Goebbels selalu menyajikan gambaran berupa kebohongan hingga tampak seperti kenyataan.
Kecerdasannya, yang diimbangi kemampuan merangkai kata, membuat Joseph Goebbels sangat ahli memainkan perannya. Ia bahkan dapat menyulap image Hort Wessel, seorang germo yang tewas terbunuh, menjadi seorang martir Nazi, yang mampu membakar semangat pasukannya.
Hitler sangat terkesan dengan kemampuan Joseph Goebbels yang berhasil mengubah Berlin, dari yang sebelumnya sedikit mendukung Nazi, menjadi basis kekuatan Nazi di wilayah Jerman Utara. Hitler lantas menunjuk Joseph Goebbels sebagai Ketua Bidang Propaganda di NSDAP pada 1929.
Joseph Goebbels berhasil menciptakan mitos mengenai Hitler, yang diyakini sebagai seorang juru selamat, atau Messiah yang akan melindungi rakyat Jerman dari bangsa Yahudi, para penganut marxisme, dan kejahatan lainnya.
Dengan gaya pidato, manupulasi, dan kecerdasannya, Joseph Goebbels berhasil mempengaruhi rakyat, sehingga tanpa sadar mereka menyerahkan diri sepenuhnya kepada Hitler.
Gaya orasi Hitler dan Joseph Goebbels sangatlah berbeda. Ketika berorasi, Hitler memiliki kelebihan suaranya yang parau dan penuh ambisi sehingga disegani oleh pendengarnya.
Sedangkan Joseph Goebbels memiliki gaya yang kalem, tetapi terkadang sarkastis dan penuh humor. Saat berpidato, retorika Joseph Goebbels mampu menciptakan suasana hiruk-pikuk jika memang ia menginginkannya.
Joseph Goebbels ahli dalam menyindir dan memaki, bahkan ia dapat mengarahkan pemikiran pendengarnya sesuai dengan keinginannya.
Ia melakukan semua itu dengan perhitungan psikologis yang tertata sangat baik.
Joseph Goebbels memainkan peran yang sangat besar kampanye pemilihan tahun 1932. Ia mampu membawa Hitler ke puncak kekuasaan, dan membantu Partai Nazi meraih kemenangan dalam pemilihan parlemen.
Joseph Goebbels adalah salah satu pelopor penggunaan radio, poster bergambar, dan kembang api untuk keperluan kampanye. Ia pun sangat pandai membuat tema-tema baru dalam kampanye Partai Nazi, sehingga slogan-slogannya terlihat sangat menarik. Joseph Goebbels menyebarkan doktrin Nazi ke berbagai wilayah melalui gelombang radio.
Loading...

Comments

comments